Oleh RIADI NGASIRAN
Sebuah pertunjukan kisah perjuangan kemerdekaan pada 1945; para pemain menyebut Inggris sebagai musuh dan tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby sebagai kemenangan yang gilang-gemilang. Di antara para penonton yang menghadiri perayaan Hari Pahlawan di gedung negara bersejarah itu, ada yang ganjil. Dia berkebangsaan Inggris: bukankah momen perayaan 10 November itu memperingati pertempuran antara para pejuang Indonesia dan pasukan Inggris –sebuah pertempuran paling sengit dan meminta korban seorang panglima Inggris?
Dia duduk di deretan depan di samping para pemuka setempat, antara lain Gubernur Provinsi Jawa Timur Soenandar Prijosoedarmo (1978-1983) dan kepala studio RRI Surabaya. Colin Wild, praktisi radio yang sempat menjadi kepala siaran Indonesia BBC London dan berkebangsaan Inggris itu, bertanya-tanya bagaimana sikap mereka yang duduk di dekatnya sesudah pertunjukan nanti.