Tampilkan postingan dengan label Muhidin M. Dahlan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhidin M. Dahlan. Tampilkan semua postingan

9 November 2014

Politik Kuburan

Oleh MUHIDIN M. DAHLAN

Politik Kuburan - Ruang Putih
Tragedi perang saudara di Indonesia paling besar pada abad ke-20 bermula dari kuburan. Penggalian jenazah "tujuh pahlawan revolusi" dari kuburan di Lubang Buaya hingga iring-iringan jenazah para jenderal pada 1965 adalah rundown karnaval muram yang menjadi titik-tanda dimulainya operasi pembantaian masal.

Lubang Buaya dan Kalibata adalah dua kuburan. Tapi, yang pertama menjadi simbol puncak dan sekaligus dalih pembuka adegan demi adegan horor politik. Sedangkan Kalibata adalah kuburan kehormatan bagi mereka yang berjasa bagi nusa dan bangsa.

Lubang Buaya dan Kalibata adalah narasi bagaimana pembelahan politik kuburan dilakukan. Simbol itu dipermainkan sedemikian rupa untuk menunjukkan amaliah sebuah kaum apakah bermoral bejat atau terhormat.

5 Oktober 2014

Haji dan Revolusi

Oleh MUHIDIN M. DAHLAN

Haji dan Revolusi
Salah satu adegan paling dramatis dalam ritus haji adalah perang besar di Mina saat tarikh sejarah menunjuk 10 Zulhijah. Seperti Kurusetra, Mina menjadi gelanggang revolusi bagi jutaan pahlawan tauhid untuk pemurnian tatanan masyarakat dari kekuatan tiga watak setan yang disimbolkan oleh tiga berhala dalam ritus jumrah.

Melempar jumrah adalah tindakan konkret dan kolektif untuk meruntuhkan tiga kekuasaan dalam tiga berhala yang saling berkait. Berhala ula, wustha, dan uqba adalah pertambangan dari tiga watak kuasa yang selalu ada dalam imperium kekuasaan despotik manusia di mana pun di bumi ini.